Blogger news

ASSALAMU'ALAIKUM WR.WB. AHLAN WA SAHLAN SELAMAT DATANG DI WEBSITE KUA KECAMATAN SENEN KOTA JAKARTA PUSAT

12/03/2013

Asas asas Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974.

Oleh : Drs. H. Hairuddin Hasibuan, M.Si

Dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, ada beberapa asas dan prinsip-prinsip Perkawinan diantaranya :
1. Asas Kebahagiana dan Kekal (Pasal 1)
Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
  • Perkawinan pada azasnya adalah untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal, suami istri saling membantu dan melengkapi untuk mencapai kesejahteraan spritual maupun materil.
  • Dalam azas ini, prinsip hukumnya adalah bahwa perkawinan itu dibentuk untuk mendapatkan kebahagian suami istri, yang keduabelah pihak wajib mendapatkan perlakuan yang sama dan setara dalam rangka meraih kebahagian dalam hidup mereka berdua.
  • Oleh karena itu pasangan suami istri harus tinggal dalam satu rumah untuk mereka satu sama lain merajut rasa kasih dan sayang dalam rangka mewujudkan kebahagian diri mereka berdua. Sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 32 ayat 1 dan 2. " Pasal satu; Suami istri harus mempunyai tempat kediaman yang tetap. Pasal dua; Ruamh tempat kediaman yang dimaksud dalam ayat 1 pasal ini ditentukan oleh suami istri bersama"
  • Prinsip hukum berikutnya adalah, bahwa sebutan "Perkawinan ialah ikatan lahit batih antara seorang pria dan seorang wanita" bermakna bahwa perkawinan haruslah antara seorang pria dengan seorang wanita. Maka tidaklah boleh/ tidaklah sah perkawinan antara laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, laki-laki dengan banci dan perempuan dengan banci atau sebaliknya.
  • Prinsip hukum berikutnya adalah, bahwa dalam penyebutan kata 'kekal' dimaknai, perkawinan itu sesungguhnya tidak boleh dibatasi oleh waktu dengan sebuah perjanjian antara suami istri. Perkawinan dalam Islam adalah bersifat lestari dan langgeng sampai tua, sampai dengan ketika saat ajal menjemput.
       bersambung........

3/14/2012

PERSYARATAN NIKAH


PERSYARATAN NIKAH WNI
1.  Surat pengantar dari RT dan RW setempat
2.    Surat Keterangan Untuk Menikah dari Kelurahan tempat tinggal (Form. N1, N2 & N4)
3.    Foto Kopi KTP dan KK
4.    Pas Fhoto Ukuran. 2x3 = 3 Lembar dan 4x6 = 1 lembar
5.    Surat Pernyataan Belum Pernah Menikah ttd. di Atas Materai Rp. 6.000,-
6.    Akta Cerai Asli Bagi Calon Pengantin yang Janda/Duda atau Surat Keterangan Kematian  Suami/Istri dari Kelurahan (Form N6)
7.    Surat Rekomendasi Nikah dari KUA Kecamatan tempat tinggal apabila menikah diluar     kecamatan tempat tinggal.
8.    Surat Dispensasi dari Kecamatan apabila kurang dari 10 hari kerja
9.    Surat Izin Komandan bagi anggota TNI dan Polri
10. Izin Pengadilan bagi Calon Pengantin dibawah Umur
11. Izin Poligami dari Pengadilan bagi yang beristri lebih darisatu orang
12. Surat Keterangan Model K I bagi WNI keturunan Bangsa asing


  PERSYARATAN NIKAH CAMPURAN

1.      Foto Copy Akte Kelahiran/ Surat kenal diri
2.      Foto Copy Pas port yang masih berlaku
3.      Foto Copy Piagam masuk Islam (khusus yang Muallaf)
4.      Akta Cerai Asli Bagi Calon Pengantin yang Janda/Duda
5.      Tanda lunas Pajak bangsa asing (bagi WNA yang bekerja di Indonesia)
6.      Surat Izin Menikah dari Kedutaan/ Perwakilan Diplomatik yang bersangkutan
7.      Pas Fhoto 2x3= 3 Lembar dan 4x6= 1 lembar
8.      Semua surat-surat yang berbahasa asing harus diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh penterjemah resmi dan tersumpah